Posted by: 9atha on: November 7, 2009
Posted by: 9atha on: November 6, 2009
Posted by: 9atha on: November 1, 2009
Akhir pekan minggu lalu saya habiskan dengan bekerja di Kota Buaya, tepatnya di hotel berbintang lima, lebih tepatnya lagi di sebuah hotel resor.
…..
Turba
Kalau saya mendengar hotel berpredikat atau dikategorikan bintang lima, pemikiran saya hanya sampai kepada kemewahan interiornya, kecanggihan fasilitasnya, tamu-tamu ternama yang pernah menginap, dan harganya yang selangit dibandingkan dengan hotel ecek-ecek.
Pada akhir pekan itu saya belajar sesuatu, yaitu yang namanya hotel berbintang lima ternyata bukan sekadar tempat penginapan yang memberi gengsi semata, tetapi petingginya bisa turun langsung melayani tamunya seperti bukan petinggi. Sebuah tindakan nyata, bukan sekadar slogan menarik, seperti dalam iklan hotel berbintang pada umumnya.
Setiap pukul enam sore para bos berkumpul di lobi hotel, menyapa tamu, membagikan kartu nama, bukan untuk memasarkan diri sendiri, tetapi untuk memudahkan tamunya berbicara langsung kepada mereka. Mau memuji kek, mau complain kek.
Kehadiran mereka di lobi membuat para tamu tak perlu susah-susah membuat perjanjian curhat dengan mereka. Pengalaman saya, kalau mau bertemu petinggi jalannya lebih banyak berliku ketimbang lurus. Petugas ”satpam”-nya banyak dan kadang ada petinggi yang senang membuat jalan berliku supaya terasa ia petinggi. Kalau gampang, takut kelihatan kayak jongos. Yaaaa… kalau bisa disusahkan, mengapa mesti dimudahkan.
Kehadiran bos-bos di lobi hotel itu melahirkan pertanyaan. Mengapa mereka melakukan itu? Tidak seperti saya, mereka mau mencoba berdiri di sisi orang lain, tepatnya berdiri di sisi konsumen. Kalau saya, orientasinya diri sendiri, bukan consumer driven. Itu mengapa, saya jarang menyediakan waktu untuk orang lain, untuk memberi mereka sesi curhat. Saya tak siap di-complain. Yaa… kalau cara kritiknya halus, bagaimana kalau nyelekit? Karena itu, saya sering menggunakan anak buah sebagai tameng. Cukup menyodorkan humas.
Pimpinan tertinggi hotel itu mengatakan kepada saya, ”Harga di tempat ini bukan hanya termasuk kamar dan makan pagi saja, tetapi termasuk bertemu dengan kami yang siap melayani.”
Saya berpikir, kalau para jenderalnya saja bisa turba, bukankah sebagai konsumen saya ada di tangan yang aman dan diperlakukan istimewa? Mungkin inilah yang membedakan hotel ini dari hotel lain, sebuah unique selling proposition yang datang dari hal-hal sederhana yang mungkin sudah banyak dilupakan orang.
Petinggi ”Of The Year”
Di tempat penginapan ini surat selamat datang di dalam kamar, ditulis dengan goresan tangan pemimpinnya, bukan dicetak biasa dan hanya ditandatangani. Saya tak tahu apakah ia melakukan untuk semua tamunya, tetapi paling tidak, surat dengan sentuhan yang ”personal” itu melahirkan sejuta perasaan yang menyinggung saya.
Saya malas repot-repot menulis kartu ucapan ulang tahun dan sebagainya. SMS saja, selesai semua. Seharusnya, kejutan kecil macam itu bisa jadi membuat orang merasa istimewa. Bagaimana tidak? Menulis dengan goresan tangan memerlukan waktu dan usaha. Saya sudah lama, lama sekali, tak pernah berpikir membuat orang lain merasa istimewa. Itu mengapa saat lift terbuka, saya main langsung masuk saja. Mau yang di dalam susah keluar, itu urusan mereka. Semua itu karena saya tak mau berdiri di sisi orang lain. Maka, melayani menjadi kerepotan.
Waktu saya di dalam lift bersama beberapa petinggi hotel berbintang lima itu, tiba-tiba sang pemimpin mengeluarkan dompet tipis berwarna gelap dari kantong jas yang ternyata tempat lap pembersih. Dia langsung menyeka bekas tangan yang tampak di pegangan besi di dalam lift. Sambil masih membersihkan, ia menjelaskan semua atasan dibekali dompet tipis itu, sehingga kapan pun dan di mana pun mereka yang dipredikatkan bos dalam setelan jas, juga siap membersihkan.
Melihat kejadian itu, terbersit ide, bagaimana kalau mulai besok, siapa pun Anda yang dikategorikan petinggi, menyediakan dompet tipis berisi lap di kantong jas atau celana. Kalau Anda yang di tempat tinggi mau melakukan pekerjaan semacam itu, bawahan Anda pasti akan mengagumi dan meniru perbuatan mulia itu. Jadi, pemimpin yang bukan no action talk only.
Maka, yang disebut petinggi yang dihormati adalah kalau ia bisa berperilaku seperti bawahan. Menjadi warga biasa, bukan warga luar biasa. Petinggi yang bisa memberi kejutan, dan membuat orang lain merasa istimewa. Mungkin kalau ada penghargaan, misalnya, Petinggi of The Year, maka salah satu penilaiannya adalah petinggi yang membawa lap ke mana-mana.
Saat saya menyelesaikan tulisan ini, seorang teman mengirimkan SMS begini: Siapa yang meninggikan diri akan direndahkan, siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan”.
Nurani saya cekikan terus bersuara begini, ”Eh, Mas, jangan cumanya bisa nyaranin orang lain bawa lap. Sampean juga.” Saya balas suara dari dalam itu. ”Maaf ya… akyu bukan petinggi.”
Ditulis oleh : Samuel Mulia –Penulis Mode dan Gaya Hidup
Sumber : Kompas
Jadi inget masa-masa kaderisasi SMA dan masa-masa retreat. Disana selalu dibilang, menjadi pemimpin adalah menjadi pelayan. Bukan orang yang kerjaannya hanya menyuruh-nyuruh aja. :shy:
Posted by: 9atha on: October 31, 2009
i hope you get scared for the whole day
have you wear your costume?

Posted by: 9atha on: October 31, 2009
Oke. Yang pengen ngakak-ngakakan dengan dialog nyata yang ada di kehidupan sehari-hari di seputar Jakarta ini bisa mengunjungin NgupingJakarta.
Beberapa contoh dialog-dialog yang konyol yang ada di blog itu:
Mahasiswi #1: “Si X susah diajak jalan2. senengnya dirumah, baca, nonton.”
Mahasiswi #2: “Sama dong sama gua, sebenernya kan gua cewek murahan…”
Mahasiswi #1: “Hah? rumahan kalee…”
Ibu #1: “Eh, tasnya bagus jeung…”
Ibu #2: “Iya, hadiah suami saya.”
Ibu #1: “Beli dimana tuh?”
Ibu #2: “Mmm… Mereknya O-CHANNEL (ekspresi bangga)
Calon pembeli jam berteriak ke penjaga toko: “Mas, ini edited limition ya!”
Expatriat: “Ibu, would you mind telling X(manicurist) that i want to have pedicure and pijat refleksi?”
PRT: “Iya, okeh… Okeh… X, itu si bule mau di pediasure sama epilepsi.”
Konsultan A: “Eh katanya di kampus loe ada pesta halloween yah? Ga dateng loe?”
Konsultan B: “Iya, tapi males ah… Repot mesti pake baju…”
Cowo: “X, loe mau gak jadi cewe gua?”
Cewe: “Heh? Mau pinjem buku biologi?”
Cowo: “Loe mau gak jadi cewe gua?”
Cewe: “Hah? buku biologi buat apaan?”
Cowo: (menyerah)
Kalo merasa ngakak baca dialog-dialog itu, dateng aja ke NgupingJakarta.
Posted by: 9atha on: October 30, 2009
Posted by: 9atha on: October 30, 2009
I took it from lovely blog from my friends : Delicious To See.
A : Accept.
Terimalah diri Anda sebagaimana adanya.
B : Believe.
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang Anda inginkan dalam hidup.
C : Care.
Pedulilah pada kemampuan Anda untuk meraih apa yang Anda inginkan dalam hidup.
D : Direct.
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.
E : Earn.
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.
F : Face.
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.
G : Go.
Berangkatlah dari kebenaran.
Posted by: 9atha on: October 16, 2009
Do you want to create your name like this?
# # # # # # # # ###### #### ##### ## ##### # # # ## ## # ## # # # # # # # # # # # # ## # # # # # ##### #### # # # # # # # # # # # # # # # # # ###### ##### # # # # # # # ## # # # # # # # # ###### #### # # # # # ###### #### # # # # #
Or
_ _ _ | |_ _ _ __ ___ (_)_ __ ___ ___| |_ __ _ _ __ | | | | | '_ ` _ \| | '_ \ / _ \ __| __/ _` | '__| | | |_| | | | | | | | | | | __\__ \ |_ (_| | | |_|\__,_|_| |_| |_|_|_| |_|\___|___/\__\__,_|_|
Or
| _ _ . _ _ __|_ _ _
||_|| | ||| |(/__\ | (_||
Or
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _( )__ _( )__ _( )__ _( )__ _( )__ _( )__ _( )__ _( )__ _( )__ _( )__ _| _|_| _|_| _|_| _|_| _|_| _|_| _|_| _|_| _|_| _| (_ L _ (_(_ U _ (_(_ M _ (_(_ I _ (_(_ N _ (_(_ E _ (_(_ S _ (_(_ T _ (_(_ A _ (_(_ R _ (_ |_( )__| |_( )__| |_( )__| |_( )__| |_( )__| |_( )__| |_( )__| |_( )__| |_( )__| |_( )__|
Or
_ _ _
| | _ _ _ __ (_) _ _ ___ ___ | |_ __ _ _ _
| |__ | +| | | ‘ \ | | | ‘ \ / -_) (_-< | _| / _` | | ‘_|
|____| \_,_| |_|_|_| _|_|_ |_||_| \___| /__/_ _\__| \__,_| _|_|_
_|”"”"”||”"”"”||”"”"”||”"”"”||”"”"”||”"”"”||”"”"”||”"”"”||”"”"”||”"”"”|
“`-0-0-’”`-0-0-’”`-0-0-’”`-0-0-’”`-0-0-’”`-0-0-’”`-0-0-’”`-0-0-’”`-0-0-’”`-0-0-’
Or you want more?
Posted by: 9atha on: September 25, 2009
Posted by: 9atha on: September 19, 2009
comentators ツ