Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya

Peribahasa tersebut tentu sudah kalian ketahui artinya. Artinya kira-kira : seorang anak tentu tidak akan berbeda jauh dari orangtuanya.

Aku ingin mensharingkan pikiranku kepada kalian.

Apa yang kalian pikirkan ketika ada seorang anak yang biologinya mendapat nilai jelek padahal kedua orang tua dia adalah dokter? Tentu kalian akan berpikir “Masa anak dokter nilai biologinya jelek sih?”. Itu sudah pasti ada di pikiran hampir setiap orang yang mendengar hal tersebut. Sama halnya ketika ada seorang anak yang nilai sejarahnya jelek padahal orangtuanya adalah seorang arkeolog. Pikiran yang sama tentu melintas hampir di pikiran tiap orang.

Aku mempunyai seorang teman di tempat les inggrisku. Pekerjaan mamanya adalah seorang guru bahasa Inggris. Hal yang pertama melintas di pikiranku dan di pikiran anak-anak lain yang mendengar hal itu adalah “Kok mamanya guru Inggris tapi dia les inggris sih?”.

Semua orang berpikir sesuai dengan peribahasa yang ada di atas. Seorang anak hampir sama dengan orangtuanya. Kalo bakat orangtuanya tidak dimiliki oleh anaknya itu adalah hal yang aneh.

Tapi aku ingin mengajak kalian berpikir melawan hal tersebut.

Pertama,, tentunya kalian tahu pelajaran biologi waktu SMP tentang penurunan sifat dari orangtua ke anak [aku lupa nama pelajarannya]. Selalu ada kemungkinan anak tidak mewarisi sifat dari kedua orangtuanya bukan? Walaupun persentase sifat tersebut sangat kecil.

Kedua,, misalkan orangtuamu adalah dokter,, apakah mereka akan selalu berbicara tentang biologi atau obat-obatan atau istilah-istilah kedokteran di rumah? Tentu saja tidak. Mereka akan berbicara selayaknya orang biasa,, selayaknya orangtua dan anak. Nah,, apabila hal itu terjadi,, bagaimana anaknya bisa mewarisi bakat biologi dari orangtuanya?

Ketiga,, masih berkaitan dengan poin yang kedua. Tentu saja kalian berpikir “Kan bisa nanya kalo ada yang ga ngerti”. Itu benar. Tapi apakah kalian tahu bahwa pekerjaan dokter itu sangat sibuk dan menguras waktu dan tenaga? Bayangkan,, kalian adalah seorang dokter,, dan kalian praktek di sebuah rumah sakit. Setiap hari kalian berhadapan dengan orang sakit yang selalu mengeluh dan meminta penjelasan tentang keadaan tubuhnya sejelas-jelasnya. Tentu kewajiban kalian adalah meladeni orang tersebut sebaik mungkin bukan? Kalian melakukan itu untuk menjaga nama baik kalian sebagai dokter dan nama rumah sakit kalian,, agar semakin banyak pasien yang masuk. Coba kalau kalian bersikap kasar atau cuek kepada pasien,, tentu pasien tersebut akan kapok untuk datang ke kalian lagi. Itu di rumah sakit. Apabila kalian sudah pulang kerja,, tentu di rumah kalian ingin segera beristirahat dan tidur. Kalian akan jarang bertemu dengan anak kalian. Apabila bertemu pun,, yang akan kalian bicarakan hanyalah hal-hal umum. Anak pun akan merasa kasihan melihat orangtuanya sudah lelah,, dan dia pasti tidak mau mengganggu orangtuanya dengan tugas-tugas dia di sekolah.

Itu adalah contoh orangtuanya adalah seorang dokter. Sama halnya dengan temanku yang mamanya adalah seorang guru inggris. Mungkin saja hal yang sama terjadi. Pekerjaan guru itu banyak sekali loh. Seperti memeriksa ulangan,, membuat soal,, menyiapkan pelajaran untuk keesokan harinya.

yahh…

Tiga poin yang aku ingin kalian ketahui untuk kalian baca dan kalian pikir-pikir lagi. Tiga hal itu murni berasal dari pikiranku yang suka berpikir aneh-aneh n di luar batas. hahahaha

Mungkin ada yang setuju,, mungkin lebih banyak yang tidak setuju. hehehehe

Tapi kalo ada yang punya pendapat lain,, kenapa ga disharingkan juga? ツ

4 Responses to this post.

  1. Pelajarannya namanya genetika.

    Yah, talenta orang emang beda2 tiap orangnya. :D Ada yang emang turunan, pengaruh lingkungan, atau emang dari sononya Tuhan yang ngasih.

    Yah gitu deh. Paradigma masyarakat konservatif, Kekuatan besar yang kadang mengekang ide2 inovatif yang sebenarnya bisa membawa perubahan baik. Konsep itu udah ketanam di paradigma masyarakat sih.. Makanya bisa muncul peribahasa itu. :|

    Wah jadi ceramah.. :D ehehehe

    Reply

  2. Posted by 9atha on May 27, 2008 at 11:30 am

    Wah. Berat banget tuh bahasanya. hahahahaha

    yup2.tul!
    talenta bisa di dapet darimana aja.
    ga harus dengan keturunan.
    hohohoho

    Reply

  3. Posted by el on May 27, 2008 at 11:35 am

    yah.. kadang-kadang ad benerna juga yak.. gua sih sebenernya kurang setuju sama orang-orang yang bilang kita harus seperti orangtua kita.. Sori aja.. ga da orang yang sama men.. kita itu uniq. ga da orang yang sama kayak kita. buktinya.. kembar aja bisa beda sifatnya. ga da yang bener-bener sama persis. haha.. your opinion is nice.. keep posting sis..
    hoho..

    Reply

  4. Posted by thomas on June 5, 2008 at 5:33 pm

    gathaa.. nih gw mau kasi comment tentang hal ini..
    begini loh.. memang banyak orang bingung kalo misalkan orangtuanya dokter, tapi anaknya ga ngerti sama sekali tentang itu. sebenernya kalo gw sendiri sih juga bingung kenapa gitu. tapi karena gw merasakan hal yang sama. gw ngerti kenapa bisa gitu.
    nyokap gw itu guru mandarin. tapi gw ga bisa mandarin.
    sebenernya kita itu udah diturunin bakat itu dari orang tua kita. tapi kita ga ngolah itu.
    beda deh kalo misalkan kita punya bakat dan ngga punya.
    contohnya aja waktu gw les mandarin, karena orang tua gw bisa mandarin dan mereka dulunya itu jago mandarin, entah kenapa sekali dijelasin aja gw langsung bisa. itu namanya bakat..
    tapi jangan samain bakat dengan pekerjaan. misalnya pedagang, banyak orang yang ga punya bakat jadi pedagang, tapi ujung”nya milih pedagang juga karena uda mepet ntah mau milih apa lagi. So, kalo orang bingung kenapa anak dari pedagang itu ga bisa dagang, itu biasa. karena dari orangtuanya emang ga ada bakat. tapi kalo misalkan dari dulunya ada bakat, pasti anaknya ada yang nurunin bakat itu.
    tapi jangan salah, bakat itu bukan cuma dari orangtua. tapi juga ada dari usaha. Betul ga?

    wew, gw kayak ceramah.. hahahaha..

    Reply

Respond to this post